, ,

Tasikmalaya Diguncang Bau Miras Usai Polres Musnahkan Ribuan Botol Alkohol

Tasikmalaya Diterpa Bau Menyengat Miras Usai Pemusnahan Ribuan Botol oleh Polres

Tasikmalaya- Pusat Kota Tasikmalaya sempat dikepung bau menyengat minuman keras (miras) setelah Polres setempat memusnahkan ribuan botol alkohol ilegal. Aroma tajam itu bahkan memaksa tikus-tikus got keluar dari persembunyiannya, seolah tak tahan menghirup udara yang tercemar uap alkohol.

Tasikmalaya Diguncang Bau Miras Usai Polres Musnahkan Ribuan Botol Alkohol
Tasikmalaya Diguncang Bau Miras Usai Polres Musnahkan Ribuan Botol Alkohol

Baca Juga : Guru Honorer Tasikmalaya Mogok Massal, Tuntut Keadilan Gaji dan Status

Pemandangan tak biasa itu terjadi usai petugas menghancurkan 5.654 botol miras berbagai jenis di sekitar Taman Kota Tasikmalaya. Proses pemusnahan dilakukan dengan cara menghamparkan botol-botol tersebut, lalu menggilasnya menggunakan stoomwals (mesin pemadat) hingga cairannya mengalir deras ke saluran air. Tak heran, bau alkohol menyebar ke seantero kawasan.

Tak Hanya Miras, Narkoba dan Knalpot Ilegal Juga Dimusnahkan

Selain miras, petugas juga memusnahkan berbagai jenis narkoba hasil razia, termasuk:

  • 5,8 gram sabu

  • 37 gram ganja kering

  • 21,8 gram tembakau sintetis

  • 20 butir psikotropika

  • 14.454 butir obat keras

Barang haram itu dihancurkan dengan cara digiling hingga tak tersisa. Tak ketinggalan, 669 knalpot bising yang kerap mengganggu ketertiban warga juga digilas hingga rata.

Komitmen Wali Kota: “Tasikmalaya Harus Zero Miras!”

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, menegaskan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya mewujudkan kota bebas miras. Ia menyebut kolaborasi antara Pemkot, Polres, TNI, dan tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan penertiban ini.

“Ini perjuangan kita melawan penyakit masyarakat. Jika dulu pahlawan berperang melawan penjajah, sekarang kita berperang melawan narkoba dan miras,” tegas Viman dalam pernyataannya.

Ia juga mengaitkan operasi ini dengan semangat HUT RI ke-80, dengan tema “Merdeka dari Penyakit Masyarakat”. Menurutnya, kebebasan sejati adalah ketika masyarakat terbebas dari ancaman narkoba dan minuman keras.

Polres Tasikmalaya: “Razia Tak Akan Berhenti Selagi Miras Masih Beredar”

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moch Faruk Rozi, mengungkapkan bahwa ini sudah pemusnahan keempat tahun ini. Ia mengakui bahwa peredaran miras di Tasikmalaya masih tinggi karena tingginya permintaan.

“Kami tidak akan berhenti. Selama masih ada yang nekat menjual miras ilegal, kami akan terus menggempur,” tegas Faruk.

Ia berjanji bahwa Polres akan terus bekerja sama dengan Satpol PP, TNI, dan Forkopimda untuk meminimalisir peredaran miras. Meski tantangannya besar, Faruk optimis bahwa upaya ini akan membuahkan hasil.

Dampak Sosial: Masyarakat Apresiasi, Tapi Masih Ada yang Bandel

Reaksi warga beragam. Sebagian mendukung penuh operasi ini, menganggap miras dan narkoba merusak generasi muda. Namun, di sisi lain, masih ada oknum yang nekat menjual miras secara sembunyi-sembunyi.

“Semoga ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin miras benar-benar hilang dari Tasikmalaya,” harap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Dengan langkah tegas ini, Pemkot dan Polres berharap kota mereka bisa menjadi contoh dalam memerangi “penyakit masyarakat” dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.