Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan: Kisah Inspiratif Aksal, Alumni Disabilitas Pertama Unper yang Merajut Mimpi Mandiri
Tasikmalaya- Sebuah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan ditunjukkan oleh Aksal Setiawan ST. Sebagai alumni pertama penyandang disabilitas dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, pria dengan semangat baja ini tidak hanya lulus dengan prestasi, tetapi telah melangkah mantap untuk membangun masa depannya yang mandiri dan penuh arti.

Baca Juga : Jalan Poros Yang Merontokkan Harga Diri Di Tasikmalaya
Aksal, yang menyandang Cerebral Palsy (lumpuh otak), telah mengubah tantangan hidupnya menjadi sebuah motivasi. Alih-alih menyerah, ia justru memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai senjata andalan untuk berkarya. Keterampilannya dalam merancang website profesional kini menjadi jalan terangnya untuk menghasilkan pendapatan dan meringankan beban keluarga orang tuanya.
Optimalkan Dua Jari untuk Ciptakan Website Profesional
Yang membuat perjuangan Aksal begitu luar biasa adalah tekadnya yang tak kenal lelah. Kendati hanya tiga jari di kedua tangannya yang dapat berfungsi optimal, ia telah berhasil menyelesaikan dua proyek pembuatan website dengan hasil yang memukau. Website-website tersebut dirancang dengan tampilan yang menarik, terstruktur rapi, dan memiliki fungsi pemasaran yang sangat profesional.
“Alhamdulillah, ternyata saya bisa tetap menghasilkan uang dengan keterbatasan ini,” ujar Aksal dengan senyum syukur, saat berbincang di RM Nini Anteh, Tasikmalaya.
Bidik Pasar Internasional, Raih Kepercayaan Klien dari Jakarta
Keahlian Aksal tidak berhenti pada pemrograman semata. Kemampuannya menguasai bahasa Inggris menjadi nilai tambah yang sangat berarti. Hal inilah yang membawanya pada sebuah peluang emas: mendapat order dari seorang pengusaha di Jakarta yang ingin membidik pasar luar negeri.
“Kebetulan, usaha seorang pengusaha asal Jakarta membidik pasar luar negeri dan membutuhkan sebuah website sebagai market place-nya. Jadi Alhamdulillah kepakai,” ceritanya. Proyek pertamanya ini bernilai cukup besar untuk seorang pemula, yakni mencapai Rp 3 juta.
Website Pertama untuk Cinta yang Tak Terbalas: Sang Ibu
Sebelum order dari Jakarta datang, proyek perdananya justru adalah bentuk bakti kepada orang yang paling berjasa dalam hidupnya: ibunya, Ny. Nining Suminar. Aksal merancang website untuk usaha penjualan online sang ibu. Tentu saja, untuk proyek yang satu ini, Aksal menolak untuk dibayar.
“Order dari orangtuanya tentu tak saya terima karena itu merupakan sumbangsih saya terhadap orang tua yang selama ini menyayangi saya dengan sepenuh hati,” tuturnya dengan penuh rasa hormat.
Perjalanan Akademik yang Tak Mulus Memacu Semangatnya
Perjalanan Aksal menempuh pendidikan tinggi tidaklah mudah. Sebelum akhirnya menyelesaikan studi di Unper Tasikmalaya, ia sempat menimba ilmu di STIMIK yang sayangnya harus menghentikan operasional akademiknya akibat suatu polemik. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya. Ia bangkit dan melanjutkan perjuangannya di Unper hingga akhirnya sukses menyandang gelar Sarjana Teknik.
Sebuah Inspirasi untuk Bangkit dan Berkarya
Kesuksesan Kisah Aksal Setiawan adalah lebih dari sekadar cerita sukses seorang alumni. Ini adalah potret nyata tentang ketekunan, kecerdasan, dan hati yang penuh syukur. Ia membuktikan bahwa dengan kemauan keras dan bekal ilmu yang memadai, setiap individu, apapun kondisinya, memiliki potensi untuk hidup mandiri dan memberikan dampak positif bagi sekitarnya. Aksal tidak hanya membangun website; ia sedang merajut mimpi dan meretas jalan bagi masa depan yang lebih cerah, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga sebagai inspirasi bagi kita semua.





