, ,

Dalam Upaya Jamin Keamanan Pangan, Diskan Sulbar Uji 13 Sampel di Polman

Jaga Piring Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Uji 13 Sampel Pangan di Polman

Diskusi Tasikimalaya– Dalam langkah proaktif menjamin keamanan konsumsi masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melakukan pengambilan sampel 13 jenis bahan pangan segar, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah misi deteksi dini untuk menyelidiki adanya kandungan bahan berbahaya, khususnya residu pestisida, pada komoditas yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Misi Pengawasan untuk Kesehatan Publik

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Abdul Waris Bestari, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman pangan yang tidak sehat.

“Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa bahan pangan yang beredar di pasaran Polewali Mandar dan Sulbar pada umumnya benar-benar aman untuk dikonsumsi. Kami ingin memastikan tidak ada kandungan bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, dan fokus kami kali ini adalah pada tingkat residu pestisida,” jelas Waris dengan tegas.

Dalam Upaya Jamin Keamanan Pangan, Diskan Sulbar Uji 13 Sampel di Polman
Dalam Upaya Jamin Keamanan Pangan, Diskan Sulbar Uji 13 Sampel di Polman

Baca Juga: Dalam Operasi Pencegahan, Polisi Gagalkan 120 Pelajar Mau Demo ke DPR

Ia lebih lanjut menyatakan bahwa komitmen ini datang langsung dari pimpinan tertinggi daerah. “Pengawasan mutu pangan merupakan perhatian serius dari Bapak Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Bapak Wakil Gubernur, Salim S. Mengga. Ini adalah implementasi nyata dari tata kelola pemerintahan yang betul-betul hadir dan melayani masyarakat,” tambahnya.

Daftar 13 “Tersangka” yang Diuji

Tim gabungan dari kedua dinas tersebut tidak sembarangan dalam memilih sampel. Komoditas yang diambil adalah yang memiliki historis tinggi dalam penggunaan pestisida dan paling lazim ditemui di setiap meja makan. Ke-13 sampel tersebut adalah:

  1. Bawang merah

  2. Apel

  3. Anggur

  4. Jeruk

  5. Buah naga

  6. Cabai besar

  7. Daun bawang

  8. Sawi hijau

  9. Bayam

  10. Tomat

  11. Wortel

  12. Udang (mewakili pangan hewani yang mungkin terpapar dari lingkungan)

  13. Tahu (mewakili pangan olahan, untuk mendeteksi kemungkinan bahan pengawet seperti formalin)

Mengapa Deteksi Dini Ini Sangat Penting?

Nugroho Hamid, Kepala Bidang Penganekaragaman, Konsumsi, dan Keamanan Pangan Dinas Ketapang Sulbar, menjelaskan alasan ilmiah di balik keprihatinan ini. Pengambilan sampel pada komoditas yang paling sering dikonsumsi adalah strategi deteksi dini yang paling efektif.

“Pangan yang tercemar residu pestisida dalam jumlah berlebihan bukanlah ancaman ringan. Dampaknya dapat bersifat akut maupun kronis,” terang Nugroho.

Dampak yang mengintai antara lain:

  • Iritasi kulit dan mata: Reaksi langsung yang dapat terjadi.

  • Keracunan akut: Mual, muntah, pusing, hingga sesak nafas.

  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan: Sangat berisiko bagi bayi dan anak-anak yang sistem organnya masih berkembang.

  • Risiko kanker: Paparan residu pestisida dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker.

  • Gangguan sistem saraf dan hormon.

“Dengan mendeteksi sejak dini, kita dapat mengambil tindakan korektif sebelum dampak kesehatan yang luas terjadi. Ini tentang pencegahan, yang jelas lebih baik daripada mengobati,” imbuhnya.

Proses dan Langkah Selanjutnya

Pengambilan sampel dilakukan secara random di beberapa titik seperti pasar tradisional dan modern di wilayah Polewali Mandar. Proses ini mengikuti protokol standar untuk memastikan sampel tidak terkontaminasi dan mewakili kondisi sebenarnya di pasaran.

Sampel-sampel tersebut kemudian akan dikirim ke laboratorium yang kompeten untuk menjalani serangkaian uji yang rigor. Hasil uji laboratorium ini akan menjadi dasar kebijakan yang sangat penting.

Apa yang akan terjadi setelah hasilnya keluar?

  1. Peringatan dan Penarikan: Jika ditemukan sampel dengan kadar pestisida berlebih, Dinas dapat mengeluarkan peringatan publik dan melakukan penarikan dari peredaran.

  2. Pembinaan kepada Pelaku Usaha: Petani dan distributor yang terlibat akan mendapatkan pembinaan mengenai Cara Bertani/Berusaha yang Baik (Good Agricultural Practices) dan penggunaan pestisida yang tepat.

  3. Penguatan Pengawasan: Data ini akan memetakan titik-titik rawan dan memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan yang berkelanjutan.

  4. Dasar Hukum: Dalam kasus yang parah dan disengaji, hasil lab dapat menjadi bukti hukum untuk menjerat oknum yang sengaja menjual pangan berbahaya.

Kolaborasi adalah Kunci

Kegiatan ini menunjukkan bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Kerjasama erat antara Dinas Ketahanan Pangan Sulbar dan Polman ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk mengawal setiap bahan pangan yang masuk ke dalam rumah warga Sulbar.

Partisipasi Masyarakat: Jangan Hanya Diam!

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga memainkan peran penting. Berikut tips sederhana yang dapat dilakukan:

  • Cuci bersih: Selalu cuci buah dan sayur dengan air mengalir. Untuk jenis tertentu, rendam sebentar dengan air garam atau cuka untuk mengurangi residu.

  • Kupas kulit: Mengupas kulit buah dan sayur dapat menghilangkan sebagian besar residu pestisida yang menempel di permukaan.

  • Beli dari sumber terpercaya: Prioritaskan membeli dari pedagang atau petani yang dikenal menerapkan pertanian sehat.

  • Laporkan: Jika menemukan pangan yang mencurigakan (bau, warna, atau rasa aneh), laporkan kepada dinas terkait di daerah Anda.

Dengan langkah proaktif uji lab ini, Pemerintah Provinsi Sulbar mengirimkan pesan yang jelas: keamanan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Hasil dari uji laboratorium ke-13 sampel ini sangat dinantikan sebagai bentuk akuntabilitas dan jaminan bahwa piring yang dihidangkan untuk keluarga di Sulbar adalah piring yang aman dan sehat.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.